Skip to main content

follow us


Seorang suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya sepanjang hidup. Akan tetapi ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu kamu mencintainya sepanjang hidupmu, bahkan sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri. Sang suami diasuh sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh orang tuanya sampai dia beranjak dewasa. Tetapi sebelum dia sanggup membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, wanita asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan darah seperti kedua orang tuanya. Seorang suami ikhlas memberikan seluruh tenaga dan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu dan dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, kamu lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya.


Tetapi tidak pernah sekalipun dia merasa iri, dikarenakan dia menyayangimu dan berharap kamu pantas memperoleh yang terbaik di sisi Allah. Seorang suami berusaha menutupi segala permasalahannya didepanmu dan berusaha mengatasinya sendiri. Padahal kamu selalu mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Bisa saja disaat kamu mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. tetapi tetap saja masalahmu diprioritaskan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri. Seorang suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangismu sedangkan kamu kadang hanya  bisa mengerti suami secara lisan saja. Itu pun jika dia telah mengulanginya berkali-kali.
Bila kamu bermaksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Tetapi jika seorang suami bermaksiat, kamu tak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.


Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Mana-mana isteri yang meminta suaminya menceraikannya dengan tiada sebab yang dibenarkan oleh syara haram baginya bau syurga." (Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)
Ketahuilah wahai isteri sekalipun seseorang suami itu kejam atau jahat HARAM bagi isteri itu durhaka dan menyakiti hati suaminya.

Allah SWT berfirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ  ۗ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ  ۗ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا   ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 34)

Wahai para istri, Hormatilah Suamimu !!!


You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar